Archive for 2015
IMonogatari adalah blog berisi "Cerita IM". IM berarti Izanagi Mikotom, nama IM. Disini, IM akan ngobrolin tentang semua hal yang ada di dunia. Dunia kita juga dunia yang lain, hehe. Oke, untuk permulaan as hajime, IM akan ngepost cerita buatan IM.
Cerita ini judulnya I. Terinspirasi dari anime jaman sekarang, males banget cari judul. Ada yang judulnya C doang. Ada juga yang K doang. IM suka sih anime itu. Makanya IM berani bermimpi untuk menciptakan anime berjudul I. Doozo!!!!!
Cerita ini judulnya I. Terinspirasi dari anime jaman sekarang, males banget cari judul. Ada yang judulnya C doang. Ada juga yang K doang. IM suka sih anime itu. Makanya IM berani bermimpi untuk menciptakan anime berjudul I. Doozo!!!!!
I
… from somewhere
time was disappear
Cast
Akisaka Shizuka //
Hiyato Atsumi
Akisaka Takako // Suzumura
Kenichi
Kazuo Keitai // Hikai
Muchimura
Kizui Yamano // Takahisa
Minami
Takahira Kaketo //
Hikasa Satomi
Takahira Souta //
Fukuda Fujimara
Tsuguri Marshall
// Hirano Ayane
Rikyu Nasada // Kitta
Izumi
Ruito Asagi // Hikasa
Sakurada
Vivienne // Satoi
Mikoto
U.V Kashikoi //
Ryi
Yamaoka Minoru // Igachi
Kazewara
Directed by // Rye
Presented by M-Project
production committee
IM
Entertainment
Proudly
Present
OST : Eclecticism
By : “Under
the Sky Theory Call”
Please tell me the copyright of life
Don't tell me the reason
I only wanna right
What is right of me
I only want to feel better
Never tell me why
I only wanna fine
No crushed by everything
I only wanna find
It's no everything of my life
I only wanna fine
What's right for me
I think I just do not understand
What happen to me
Everything comes and out
Somewhere I don't know much
Please tell me the copyright of me
The cadenza life of fate
It's me choose the one
I don't really want to know
What is the meaning of slow
On the meaning of snow
On the morning at vow
I swear I wont let you go
In the meaning of forever
I only want to feel better
Please tell me the copyright of life
Fell find to find something
I hate to be yourself
I really hate to be my ownself
On the morning I remember
In the meaning of forever
I wanna to feel better
Don't disturb me you leader
Find the file of number
Hold me your tightly
Please don't even save me holdly
“Please tell me the copyright of
me…”
Only for that I lived
“If you wont to kill
You’ll be killed…-”
1st : Otority
“Selamat pagi semuanya!” Salam seorang gadis populer memang bisa
menggetarkan atap sekolah. Ia bergegas lari memasuki barisan bangku. Dimana
tempat anak-anak lain berkumpul. “Hei, kemarin aku lihat berita penampakan UFO
saat Perang Dunia II!”
“Nani, nani?
Ceritakan.”
Sialan. Setiap
hari aku harus menjalani kehidupan sekolah yang membosankan bersama anak-anak
gila. Yang berani bertaruh sejuta yen kalau alien itu ada. Setiap hari aku jadi
harus mendengarkan obrolan tidak bermutu mereka. Mengenai hal-hal semacam dunia
paralel, alien, Atlantis, Men in Black, fenomena SHC maupun hal-hal semacam
Lochness. Tidak bermutu. Daripada sibuk bicarakan itu lebih baik kalian belajar.
Agar bisa menghentikan kebiasaan mencontek kalian.
Sialan. Kenapa hari seperti ini harus
terulang lagi sih?
Gawat! Dia
menghampiriku. “Yamaoka-kun, kenapa kau diam saja? Apa yang sedang kau baca?”
Sialaan! Aku bener-bener gak suka situasi
kayak gini. Plok! Langsung kututup bukuku. “Aku tidak apa-apa kok.”
“Ahaa, aku tahu.
Kau pasti menyembunyikan sesuatu.”
Di kamar mandi.
Seorang diri aku menatap kaca di wastafel. Perasaan ini benar-benar kacau.
Wajahku merah padam. Sial. Sial. Sial!
Namanya Nasada Rikyu. Cewek paling manis
di sekolah. Masalah utamanya bukan di sana. Masalahnya adalah sifatku yang
super pemalu. Seumur hidup aku belum pernah berbicara dengan perempuan kecuali
Ibu. Keluargaku juga protektif sekali padaku. Sejak kecil aku tidak pernah
boleh keluar. Sembilan tahun berturut-turut aku menjalani sistem pendidikan di
dalam rumah. Baru sekarang, setelah Ibu menikah dengan orang Tokyo dan kami
pindah ke Tokyo. Aku boleh pergi ke sekolah formal.
Saat istirahat di
kelas. Aku tak bisa kemana-mana karena setiap kali melihat perempuan wajahku
akan merah. Pernah sekali waktu aku langsung mimisan. Parah. Grek! Anak yang
duduk di depanku memutar kursinya jadi menghadap mejaku. Wajahku tertunduk
merah padam. Dia laki-laki sih. Hanya aja…
“Hoii,
Minoru-kun!”
“Ada apa?”
“Ahahaha, kau
masih kaku aja. Kita kan sudah kenal hampir dua tahun.”
Ohya? Aku bahkan
nggak tahu siapa namamu. “Oh, benar juga.”
“Kau bawa bekal
apa? Wah, itu sih enak banget. Ibuku payah. Masa aku cuma dibawakan beginian.”
“Silahkan, jika
kau mau!”
“Ahahaha, jangan
menawarkan dengan raut ketakutan gitu, dong. Aku tidak apa-apa. Hari ini juga
tidak ada kegiatan klub yang berat.”
“Ano, kau
ikut klub apa?”
“Atletik!
Atletik! Itu adalah keindahan olahraga yang sesungguhnya. Jika kau mau tahu.”
Aku perhatikan
bisep dan trisepnya. Memang sempurna. “Benar. Itu bagus.”
“Kalau kau? Oh
iya, aku dengar kau tidak bergabung di klub manapun. Kenapa begitu? Aku lihat badanmu
oke juga. Gimana kalau gabung dengan atletik?”
“Maaf. Aku nggak
bisa tahan kalau harus memutar kepalaku ke bawah. Keseimbanganku juga jelek.”
“Kita diwajibkan
untuk mengikuti setidaknya satu kegiatan keorganisasian. Kalau begitu sebagai
gantinya apa?”
“Aku bergabung di
suatu klub yang tidak begitu menonjol. Tidak keren juga.”
“Apa? Apa? Apa?”
Aku termenung
melihat sosis gorengku di tempat makan. “Klub hoki.”
“Wah, itu hebat
juga kok. Dulu aku pernah…”
Kenapa aku
bohong? Aku tidak suka berbohong. Meski terkadang datang situasi yang memaksaku
untuk melakukan itu. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana aku harus berbuat
kalau kebohonganku ketahuan. Namun apakah aku punya pilihan? Jika yang
memintaku adalah sesuatu yang kuat dan besar. Memiliki otoritas penuh atas
diriku.
2nd : Secret Police
Namaku Minoru Yamaoka. Sekarang aku duduk di kelas dua. Aku bersekolah
di SMA Taiyoo di Ikebukuro-Tokyo. Sebelumnya aku tinggal bersama keluarga besar
dari pihak Ibu di Nagano. Ayah kandungku sudah meninggal saat aku masih kecil. Dan
Ibu menikah lagi dengan seorang ilmuwan di Badan Riset Negara. Namanya Takako
Akisaka. Aku hanya beberapa kali melihatnya pulang. Ia sibuk sekali dan selalu
meninggalkan kami di apartemen mewah miliknya.
Oleh karena itu
semenjak setahun lalu Ibu memutuskan untuk bekerja. Ia kini sama jarang di
rumahnya dengan Takako. Tapi itu semua bukan masalah. Karena waktuku sendiri
yang kuhabiskan dengan berada di rumah hanya saat tidur malam.
Aku membidik ke
target itu. DOR! DOR! DOR!
“Sempurna sekali,
Yamaoka-kun!” puji pembimbingku. “Sudah kuduga. Penilaian Akisaka-kyouju memang
tidak pernah salah. Kau adalah jenius yang memang dilahirkan untuk ini!”
“Aku sama sekali
nggak memperdulikan semua itu.”
“Baiklah, kelas
materi dimulai setengah jam lagi. Gunakan itu untuk bersiap-siap!”
“Haha, sampai
kapan dia akan mengulangi peringatan itu? Kita semua udah tahu kali,” celoteh
teman seangkatanku.
Kami disebut
sebagai Himitsu Keisatsu. Apa yang kami lakukan barusan juga hanya
latihan yang sederhana. Para anggota Himitsu Keisatsu seperti kami ini
dibimbing oleh tutor yang berasal dari militer negara. Angkatan ini adalah
angkatan pertama. Karena organisasi memang baru saja didirikan. Dalam
menindaklanjuti kejahatan dalam negara. Kami adalah orang-orang yang tergabung
dalam suatu organisasi pemerintahan independen dengan tingkat kerahasiaan paling
tinggi. GHQ.
Dulu aku tertarik
dengan isu-isu tentang alien dan parallel universe. Tapi semakin besar,
aku menyadari bahwa itu semua mustahil. Tugas kami sebagai Himitsu Keisatsu
pun sebatas pada mengawasi lingkungan masyarakat dengan terjun ke dalamnya.
Makanya anggota kami pun beragam dan berasal dari berbagai latar belakang. Ada Takashi-san
yang seorang guru SMP. Ada juga Miruhi-san yang seorang tukang jahit. Yang
paling dekat, ada aku yang seorang anak SMA. Kami adalah para manusia terpilih.
Himitsu Keisatsu telah dibentuk
bertahun-tahun lalu. Yang membuatnya baru teresmikan sekarang adalah, proses
dalam mencari orang-orang yang akan menjadi anggotanya. Sikap, perilaku,
kepribadian kami, semua dipelajari oleh ribuan agen. Yang diturunkan secara
langsung ke seluruh pelosok negeri. Untuk kelak akan menjadi badan pengaman
kenegaraan paling baik di dunia. Kami adalah para calon senjata manusia paling
mematikan.
Selain itu, Himitsu Keisatsu
memiliki saudara. Namanya Kuro no Shoujou. Kuro no Shoujou; Girl
in Black [MiB-nya Jepang yang beranggotakan gadis-gadis muda].
Meskipun
Tsuguri-san bilang kalau aku jenius atau semacamnya. Sebenarnya aku yakin dia
tidak benar-benar menganggap aku seperti itu. Karena lihatlah. Seorang pemuda blasteran
berkacamata bertampang menyebalkan yang sejak tadi sok menyendiri di sana. Ia
melirikku! Aku langsung membuang wajah dan berlari menjauh.
Di kelas. Kami
belajar mengenai banyak hal. Mengenai dunia kegelapan industri. Persaingan.
Politik. Kami harus mampu mengendarai seluruh kendaraan di muka Bumi untuk
jaga-jaga dalam situasi urgent. Sekarang Tsuguri-san sedang menjelaskan
teori dalam mengendarai pesawat terbang.
Tsuguri-san adalah pengajar dalam kategori
A list (the best). Masih muda dan bertalenta. Menurutku
dia keren. Karena ia juga seorang anak berdarah campuran. Kenapa kau tidak jadi
model atau pemain film saja, Tsuguri-san?
“Ada pertanyaan?”
Kami semua serempak
menggeleng.
“Kalau begitu
biarkan aku memanggil seseorang di antara kalian untuk mengerjakan soal ini.
Takahira-kun!”
Anak itu maju
dengan tampang dinginnya yang membuatku muak. Dalam waktu singkat ia telah
mengerjakan soal di papan tulis dengan sempurna. Itulah yang membuatku benci
padanya. Ia lebih pintar dariku. Hanya itu. Sisanya, sebenarnya ia cukup baik
dan ramah. Ia hanya akan dingin saat sedang membaca dan hal apapun yang
menyangkut pelajaran. Ia sekolah di SMU Aoda kelas dua. Sama sepertiku. Jadi
tertarik untuk mengenalnya lebih jauh.
Sepulang
pendidikan.
“Takahira-kun!”
Ia tersenyum.
Jarang sekali aku lihat dia berwajah ramah. Karena hampir setiap waktu dia itu
akan membaca. Kesannya anak alim yang keren. “Ada apa?”
“Mau pulang
bareng?”
“Kau itu bodoh,
ya?” Jleb! “Sesama anggota yang seharusnya tidak mengenal terlarang untuk dekat
di luar institusi. Karena akan menimbulkan kecurigaan pada masyarakat luar
tentang keberlangsungan badan ini.”
“Aku bawa seragam
sekolah, kok. Kau juga langsung dari sekolah, ‘kan? Ayolah, sekali-kali saja
kita menyamar menjadi anak SMA biasa.”
“Itu ada
waktunya. Kau tak perlu khawatir. Tapi aku mengagumi kemampuan menembakmu.”
“Iya. Sama-sama.”
3rd : Friend
Esoknya kehidupan membosankan di sekolah kembali dimulai. Tapi
semembosankan apapun, sekarang aku punya teman. Seseorang yang kemarin menyapaku.
Sekarang aku sudah tahu namanya. Namanya Asagi Ruito. Aku tidak pernah nyaman
kalau harus memanggil seseorang dengan nama depan. Jadi aku memanggil dia
Ruito-kun saja. Meski begitu dia tak henti-hentinya…
“Minoru-chaaan!!!
Aku ingin main ke rumahmu.”
“Ah, itu tidak
mungkin. Setelah ini aku ada acara.”
“Acara apa? Apa?
Apa?”
Yaampun, anak ini
ternyata mengganggu sekali. “Bukan apa-apa sih.”
“Kemarin aku
mengikutimu saat pulang sekolah. Dan kau berlari ke suatu tempat yang
tersembunyi. Setelah itu kau memasuki suatu mobil Jaguar hitam,” katanya datar.
“Ahaha, kau
berlebihan sekali. Itu mobil orangtuaku.”
“Ibumu bekerja
sebagai agen perjalanan wisata. Sudah satu minggu ini ia tidak di rumah.
Sementara ayah tirimu merupakan seorang PNS. Dan kau tidak punya supir. Kau
tinggal di apartemen Akezuka nomor 402.”
“Darimana kau
mengetahui semua itu? Tidak. Tepatnya, siapa kau sebenarnya!?”
“Ahahaha, kau
kenapa sih? Aku kan ketua kelas. Informasi mengenai itu semua ada di kertas
laporan peserta didik yang aku periksa tadi malam.” Ia mendekatkan wajahku.
“Apa kau menyembunyikan sesuatu?”
“Tentu saja
tidak. Memang kau pikir apa yang bisa disembunyikan oleh anak seperti aku?”
“Kau memang
menarik. Pasti seru jika yang selalu Nasada katakan itu menjadi kenyataan. Aku
ingin alien itu ada dan sedang dalam rencana invasi terhadap Bumi. Bukankah itu
bagus? Kehidupan kita yang biasa seperti ini akan berubah dalam sekejap.”
Meski nyatanya, aku
bukan manusia biasa. Kenyataan bahwa aku adalah anggota Himitsu Keisatsu
adalah suatu hal yang tak bisa diabaikan. Sebenarnya, apa syarat untuk seorang
manusia disebut sebagai manusia yang biasa?
Dunia luar bagai
utopia. Alasannya tidak lebih karena keluarga besarku yang memperlakukanku
seolah berlian. Sejak kecil aku tidak boleh pergi meninggalkan rumah. Jika aku
main dengan anak-anak tetangga, mereka akan memasang poster anak hilang.
Aku paham kalau mereka menyayangiku. Tapi
itu semua sangat mengganggu. Saat tengah asyik main petak umpet, tiba-tiba ada
segerombol polisi yang mengejarku sebagai anak hilang. Masa kecil yang tidak
asyik.
Berlanjut ke saat
pulang sekolah. Sebenarnya hari ini aku tidak ada jadwal untuk hal yang
berhubungan dengan Himitsu Keisatsu. Aku hanya akan berjalan pulang seperti
anak SMA biasa. Terkadang ini terasa palsu dan menyesakkan. Aku selalu
membayangkan, apa yang akan terjadi pada hidupku jika aku tidak bergabung
dengan organisasi membosankan itu. Aku kehilangan masa remajaku. Terlepas dari
diriku yang memang pemalu.
Aku ingin mengatakan apapun yang aku
ketahui dengan apa adanya. Tapi itu tidak mungkin. Aku dipaksa untuk berubah
dari seorang Minoru yang merupakan murid SMA. Dan Minoru yang seorang agen Himitsu
Keisatsu. Aku telah merasakan kepahitan itu. Berada di suatu tempat yang
mana untuk sepanjang hidup aku tak pernah diizinkan untuk menjadi diriku
sendiri.
Menurutku
sendiri, Himitsu Keisatsu adalah suatu hal yang bodoh dan tidak perlu
ada. Setiap detik, jam, hari yang berlalu. Aku hanya melihat kedamaian. Sudah ada
polisi formal untuk mengatur itu semua.
Himitsu Keisatsu hanya dibutuhkan
jika di dunia sudah ada penjahat sekelas Kira (Death Note). Tapi nyatanya, itu
semua kan mustahil? Apa menurut kalian rumor-rumor yang menyatakan kalau Bumi
itu sedang diincar oleh invasi para alien itu benar? Menurutku tidak. Itu hanya
dongeng para pembuat film dan cerita yang menginginkan banyak uang dan sensasi.
Hal seperti itu tidaklah harus dipercaya.
Jika ada jalan, yang aku inginkan
hanyalah keluar dari keanggotaan Secret Police dan menjalani hidup
sebagai manusia biasa.
“Minoru-kun!”
“Ri, Rikyu-san?”
Wajahku selalu merah padam di saat seperti ini. Tapi libur bagi kami adalah
sesuatu yang amat langka. Mumpung dia muncul di sini, kenapa aku tidak
mengajaknya kencan? Kencan? Aku bisa pingsan jika terlalu lama berada di dekat
perempuan. Gawat, gawat, siaga satu!
“Kenapa kau tidak melihatku? Aaah, sudah
aku duga. Kau pasti membenciku…”
“Ti, tidak kok!
Aku tidak pernah membencimu…”
“Lalu kenapa kau
menutup diri seperti itu? Kau tidak pernah bilang ‘hai’ pada siapapun. Tapi aku
amati belakangan ini kau dekat dengan Asagi. Hayoo, ada apa?” tanyanya sambil
mencolek pipiku. Ah, jemari yang lembut.
“Aku adalah tipe
orang yang tidak bisa melancarkan serangan. Aku hanya bisa menerima serangan.
Jika ada respon terhadapku, aku akan menanggapinya.”
“Minoru-kun, aku
sangat menyayangkanmu. Padahal kau cukup imut. Kalau dipandangi sebenarnya kau
juga keren. Tapi kenapa harus semenutup diri itu?”
“Aku hanya takut
untuk membayangkan reaksi orang-orang terhadapku. Tidak lebih.”
“Apa kau percaya
alien? Aku percaya. Sangat percaya. Andai saja aku bisa menjadi salah satu dari
mereka. Bagaimana menurutmu?”
“Itu tidak
mungkin. Semua mitos tentang alien maupun UFO itu hanyalah hoax.”
Dari kejauhan
tempat itu. Seseorang berseragam SMA Taiyoo mengamati langkah keduanya dengan
seksama. Mendekatkan mulutnya pada transceiver. “Satu, dua, agen AAS47
disini. Target menuju rumah bersama seorang gadis!”
Di luar semua
itu. Pemerintah GHQ memiliki suatu lembaga oposisi underground bernama Phenomenal.
Belum diketahui latar belakang berdirinya mereka. Karena latar belakang
berdirinya berbagai lembaga pemerintahan rahasia itu sendiri sebenarnya belum
diketahui.
“Waah,
apartemenmu besar!” sorak Rikyu. Sesampainya mereka di apartemen Minoru.
“Tempat ini milik
ayah tiriku. Tapi sejak setengah tahun lalu dia tidak pernah pulang.”
“Kejam sekali.
Ngomong-ngomong, Minoru-kun… Kau suka padaku, ‘kan?”
Aku menaikkan sebelah
alis.
“Tidak usah
bohong. Aku mendengarnya dari Yamano. Ia tahu saat kau mengatakannya pada
Asagi.”
Kini kunaikkan
kedua alisku.
“Tidak usah
berlagak bingung atau gelagapan. Aku bersumpah akan menikah dengan siapapun
yang bisa memberiku seorang alien sungguhan!”
“Itu…” Psyuu!
Bruk!
Nasada menengok
ke luar jendela. Nampak seorang sniper di atap gedung sebelah. Melihat
korbannya tanpa gentar.
Beberapa saat
kemudian aku terbangun. Dan menyadari masalah Himitsu Keisatsu yang
sebenarnya.
“Tsuguri-san,
agen nomor A7839 melapor. Aku diserang!”
***
IM memang suka membuat lagu. Makanya, cerita ini dibuat dalam mode film. Nah, sampai sini dulu. Bagaimana kelanjutan penyerangan terhadap Minoru? Siapa Rikyu sebenarnya? Ada apa dengan si abnormal Takahira? Yang terpenting, siapakah sebenarnya si ganteng Tsuguri-san itu? Waah, mari kita saksikan di post selanjutnya.
Arigatou gozaimasu karena sudah datang!